Penerapan PSAK baru membuat industri asuransi seperti digoyang gempa. Perubahannya akan berdampak pada penurunan rasio kecukupan modal dan premi. Siapkah perusahaan asuransi?

 Kegeliasahan tengah menyelimuti industri asuransi. Belum tuntas masalah permodalan (pemenuhan modal minimum), kini muncul aturan tentang kewajiban menerapkan standar akuntansi secara internasional.

 Masing-masing aturan itu termaktub dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 28 untuk asuransi umum, PSAK 36 untuk asuransi jiwa, dan PSAK 108 untuk asuransi syariah.

 Kekhawatiran industri asuransi ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika diterapkan, akan berdampak sangat signifikan pada pelaporan keuangan di industri asuransi. Perubahan akan terjadi, di antaranya pada pos pendapatan premi, investasi, dan rasio kecukupan modal (risk based capital atau RBC).

 Mengapa harus dilakukan perubahan? Menurut Sriyanto, pakar dari Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), perubahan pencatatan yang diatur dalam PSAK bagi industri asuransi salah satunya ditujukan untuk mengatasi “ketidakjelasan” pencatatan atas beberapa produk baru yang kini marak dikeluarkan asuransi jiwa.

 Informasi keuangan yang disajikan perusahaan asuransi, khususnya untuk produk-produk tertentu tersebut, dianggap belum merefleksikan informasi keuangan yang sebenarnya.

 Produk apa saja? Sebut saja produk-produk asuransi berunsur investasi yang kini sangat populer di asuransi jiwa, seperti unit link. Perusahaan asuransi yang selama ini terbiasa mencatat seluruh perolehan premi unit link untuk kemudian dibukukan menjadi pendapatan premi kini harus mulai memisahkannya.

 Itulah yang harus dilakukan jika mau merujuk pada International Financial Reporting Standard (IFRS). Mengapa dicatat terpisah? Karena, dana yang dicatatkan sebagai pendapatan premi adalah dana milik perusahaan.

 Sementara, dana yang masuk dalam unsur investasi adalah dana yang “dititipkan” nasabah (milik nasabah) untuk diinvestasikan dan pada waktunya nanti harus dikembalikan.

 Lalu, apa dampak perubahan tersebut? Yang pasti, ini akan memengaruhi pembentukan cadangan teknis perusahaan. Perubahan juga akan terlihat pada pendapatan premi yang tercantum dalam laporan laba rugi.

 

Karena, jika terjadi perubahan pencatatan seperti di atas, akan ada potensi penurunan premi pada laporan laba rugi perusahaan. Dampak lainnya adalah pencatatan ini bisa berimbas pada berkurangnya RBC perusahaan. 

 Namun, tidak hanya mereka yang memiliki produk unit link yang bakal kocar-kacir. Sriyanto menegaskan, dampak yang serupa dengan unit link juga berlaku pada seluruh produk yang mengandung janji pengembalian dalam jumah tertentu kepada nasabah, seperti produk-produk whole life dan endowment.

 Artinya, pencatatan produk seperti asuransi pendidikan yang memberikan janji pengembalian pada periode tertentu dengan jumlah tertentu pun harus dipisahkan seperti halnya unit link.  

 Melihat dampak tersebut, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kemudian merasa punya alasan kuat untuk menyatakan belum siap menerapkan PSAK pada 2012. AAJI pun meminta waktu yang lebih panjang kepada regulator untuk mempersiapkan diri sehingga kemudian bisa menentukan langkah-langkah antisipatif atas dampak yang timbul dari penerapan PSAK tersebut. 
 

 Stephen Juwono, Direktur Eksekutif AAJI, mengaku, saat ini AAJI tengah dalam proses mengkaji kebijakan penerapan PSAK tersebut dan dampaknya terhadap pelaporan keuangan di asuransi jiwa.

 “Jika ini tetap dipaksakan, kami akan mempertanyakan apa kebijakan dari regulator sebagai konsekuensinya karena perubahan ini akan berdampak cukup signifikan terhadap pelaporan keuangan perusahaan asuransi jiwa,” ujar Stephen kepada infobanknews.com, beberapa waktu lalu di Jakarta. (*)

Sumber : http://www.infobanknews.com/2010/01/siapkah-industri-asuransi-menerapkan-psak/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: