Tugas 2 Etika Profesi Akuntansi : Contoh Kasus Type Conflict of Interest Real, Potential and Imaginer

1. REAL
Adanya dugaan conflict of interest (konflik kepentingan) yang dilakukan oleh Kepala BKPM Gita Wirjawan.
Hal ini merupakan buntut dari tudingan penyelewengan pajak PT Ancora Mining Service, anak usaha PT Ancora Reasources Tbk (OKAS), perusahaan pertambangan milik “penguasa” di BKPM tersebut.

“Dalam kasus konflik kepentingan yang dilakukan elite pemerintahan, mestinya pihak internal bisa lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kepada publik. Apalagi, jika persoalan itu mengarah pada dugaan praktik melawan kepentingan publik atau yang merugikan negara. Apabila ada indikasi pelanggaran, tentunya pihak internal lembaga negara itu berkewajiban melaporkannya kepada publik apapun caranya,” ujar Direktur Indonesia Resources Studies, Marwan Batubara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Tudingan konflik kepentingan yang dialamatkan kepada Gita itu bermula dari Ancora, sebagai perusahaan yang didirikan Kepala BKPM tersebut. Sesuai informasi, konflik kepentingan itu memicu konflik yang merebak di dalam tubuh lembaga pemerintahan yang mengomandoi kebijakan investasi di dalam negeri.

“Ketidakcocokan di kalangan pimpinan BKPM ini sudah berlangsung sejak setahun terakhir. Ini terutama karena pola kepemimpinan Kepala BKPM serta para staf khususnya yang seringkali menabrak aturan internal. Termasuk kecurigaan adanya pelanggaran etika,” tegas salah seorang pejabat BKPM yang tidak bersedia disebutkan namanya sebagaimana dikutip Marwan.

Beberapa hari terakhir, beredar selebaran di kalangan karyawan BKPM yang isinya mengkritik perpecahan di internal organisasi pemerintahan tersebut. Gita yang pernah menjabat posisi penting di JP Morgan Indonesia itu, juga dikeluhkan karena bermental serta gaya terlalu teoritis serta bergaya barat. Akibatnya, banyak pegawai yang mengalami tekanan berlebihan.

Bahkan Gita dikabarkan menjadi pemicu pengunduran diri salah satu petinggi BKPM. Hal itu diduga erat sebagai bentuk protes atas benturan kepentingan Gita di perusahaan tersebut.

Seperti diketahui, pekan lalu Ancora Mining Services dilaporkan Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FMPK) atas tudingan dugaan penyelewengan pajak. Juru Bicara FMPK, Yosef Rizal menyebutkan, dugaan manipulasi itu dilakukan pada neraca, laporan laba rugi, serta laporan perubuahan modal yang berakhir pada 31 Desember 2008. Manipulasi itu juga dilakukan pada perusahaan grup Ancora yang menggurita setelah gita ditunjuk menjadi Kepala BKPM.

“Salah satu investor Timur Tengah yaitu Middle East Coal (MEC) dikabarkan juga menjadi salah satu pihak yang memiliki benturan kepentingan karena mendapatkan berbagai keistimewaan,” imbuh pejabat BKPM itu.

Berdasarkan surat PT Bank Mandiri kepada Middle East Coal Pte Ltd No: 4 Sp.JWM/1426/2009 tertanggal 15 Desember 2009 tentang penjelasan ‘Transaksi Transfer Valuta Asing to Ancora’ jelas terlihat adanya transfer sebesar USD500 ribu dari Middle East Company ke Yayasan Ancora.Pada bukti telex dengan sender’s reference ‘:20:0912208002130802’ itu, terlihat transfer terjadi pada tanggal 27 November 2009 senilai USD500 ribu dari Middle East Indonesia beralamat di Sudirman Plaza-Plaza Marein Lantai 20 Jalan Jenderal Sudirman Kav 76-78, dengan benerficiary customer (penerima kiriman dana) adalah Yayasan Ancora/Ancora Foundation. Juga dijelaskan melalui telex itu mengenai remittance information: MEC Sponsorship for Indonesia Pintar Program.

2. POTENTIAL
Dalam type potential ini dinama kasus ini melibatkan banyak orang untuk menguntungkan satu komunitas dalam menggiring satu orang yang melakukan penyimpangan tersebut seperti Tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang, M Nazaruddin kembali bernyanyi di KPK. Ia menuding sejumlah koleganya di Partai Demokrat menerima uang terkait proyek yang menggunakan anggaran negara sebesar Rp191 miliar itu.

“Anas dan yang lain juga (terima uang) seperti Angie. Saya akan ngomong apa adanya,” ujar mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sebelum memasuki gedung KPK untuk diperiksa, Rabu (12/10).
Nazar menuturkan, informasi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menerima uang diperolehnya dari Anggota Komisi X DPR dari F-PD Angelina Sondakh. Ia merasa dirinya menjadi korban politik. “Itu Angie kok yang cerita. Saya akan jelaskan semua tentang siapa yang terima uang. Jangan dikorbankan dari politiknya, saya nggak mau,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarif Nasution menilai pengakuan terpidana suap Sesmenpora, Mindo Rosalina Manulang bahwa kliennya yang menjadi otak pembagian fee ke sejumlah orang dalam kasus ini, perlu dikaji lagi. Menurutnya, informasi dari Rosa selaku terdakwa kasus belum tentu teruji kebenarannya.

Hal yang sama juga harus dilakukan terkait informasi Rosa yang menyebutkan terdapat sejumlah aliran dana ke anggota dewan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa Nazaruddin akan membuka kebenaran informasi baik mengenai aliran dana ke anggota dewan hingga perkara suap Sesmenpora itu sendiri.
“Tidak. Justru kita yang minta (Nazar terbuka), Pak OC (Kaligis) sudah tulis surat resmi. Saya juga sudah bicara di media supaya Nazar diperiksa sebagai tersangka. Terima kasih Nazar diperiksa kembali sebagai tersangka,” tutur Elza.

Selain Nazaruddin, KPK juga memeriksa Rosa dan saudara kandung Nazar, Muhajidin Nur Hasyim. Keduanya diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Nazaruddin. “Keduanya akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus wisma altet,” kata Kepala Bidang Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha dalam pesan singkatnya.

Hasyim sendiri saat ini telah masuk dalam daftar cegah yang keluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi bersama dengan Albert Panggabean, Gerhana Sianipar, dan Munarsih. Pencegahan ke luar negeri itu berlaku untuk enam bulan ke depan, yakni mulai 18 Juli 2011 hingga 19 Januari 2012. Ini merupakan pemeriksaan pertama bagi Hasyim dalam kasus wisma atlet.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari tertangkap tangannya Sesmenpora Wafid Muharram, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris dan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manullang. Ketiganya tertangkap setelah menyerahan cek senilai Rp 3,2 miliar kepada Wafid. Kemudian kasus ini berkembang sehingga KPK menetapkan Nazarudin sebagai tersangka.

Rosa sendiri sudah divonis bersalah dan dihukum selama 2,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan El Idris dihukum selama dua tahun penjara. Untuk Wafid sendiri perkaranya masih disidangkan. Dalam perkara ini Nazar diduga menerima suap sebesar Rp4,3 miliar. Ia disangka melanggar Pasal 5 Ayat (2) dan atau Pasal 12 huruf a dan b dan atau Pasal 11

3. IMAGINER
Seorang Anggota Dewan perwakilan rakyat disebuah kabupaten memilih untuk mendukung pembangunan sebuah jalan baru yang kontroversial, dimana jalan tersebut dibangun disepanjang hutan yang dikenal sebagai tempat wisata alam. Jalan tersebut akan bermanfaat bagi saudara anggota dewan tersebut karena mempermudah akses menuju perkebunannya.

Pembangunan jalan tersebut menurut anggota dewan yang tidak mendukung proyek tersebut diperkirakan akan mengusir para pencinta alam karena mengurangi dan merusak keindahan lokasi serta akan meningkatkan polusi terhadap aliran air dan sungai warga. Pihak oposisi menyatakan anggota dewan tersebut memiliki konflik kepentingan yang harus segera disampaikan, bahwa ia telah menyalahi kode etik yang ada dengan mengambil keputusan dewan yang menguntungkan kepentingan pribadi yaitu menguntungkan saudara.

Dalam merespon hal tersebut anggota dewan menggunakan pengaruhnya terhadap Koran lokal untuk melakukan kampanye menghancurkan reputasi pihak-pihak yang telah memprotesnya. Ketika ditanya, anggota dewan tersebut menyatakan bahwa konflik kepentingan tidak berarti di kabupaten kecil tersebut, dimana setiap orang yang ada saling mengenal dan berhubungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: